FEATURE TOKOH TERBARU 

Lim, bidan pahlawan kaum ibu

ROBIN LIM. Foto oleh Andre Abenk
 “Jiwa, tubuh, dan nalar. Apabila ketiganya digabungkan, wujudlah anak manusia yang menakjubkan.” Kalimat itu yang menjadi semangat Robin Lim dalam terus menjalani profesinya sebagai bidan. Karena aktivitas itu juga, Lim menjadi pahlawan kaum ibu di Bali. CNN mengangkatnya sebagai Hero of This Year tahun 2011.


Penghargaan itu tidak berlebihan untuk ibu, nenek, penulis, penyair, dan sekaligus seorang bidan ini. Sejak memutuskan untuk tinggal di Bali bersama suami dan anak-anaknya, warga negara Amerika ini melebur bersama warga Desa Nyuh Kuning, Ubud, Bali. Mereka membantu persalinan ibu-ibu dari golongan tidak mampu di wilayah itu.

Kedatangan Lim pertama kali di Bali terjadi 15 tahun lalu. Dari awal, Lim memang berniat hidup di Pulau Dewata. Dalam bayangannya, Bali adalah tempat yang indah untuk hidup. Namun, semua lebih bermakna ketika ‘pertanda’ datang. Yakni, saat ia melihat dua burung hantu liar terjatuh dari pohon kelapa. Bagi masyarakat Bali, kejadian itu berarti Lim ‘ditugaskan’ untuk merawat manusia lain.

Dari “tanda” itu juga, Lim mulai menerima dan melayani siapa saja yang butuh pertolongannya. Termasuk yang ingin melakukan persalinan. Secara pribadi, Lim meyakini, persalinan adalah upaya menyelamatkan generasi masa depan. Nenek Lim, Vicenta Munar Lim, asal Filipina, adalah inspiratornya. Semasa hidup, Vicenta menjadi seorang dukun di wilayah pegunungan Baguio Luzon, kepulauan Filipina, saat Perang Dunia II.

Lim sadar, secara professional, dirinya tidak memiliki legalitas untuk melakukan aktivitas kebidanan. Ia kembali ke Amerika Serikat selama beberapa tahun, untuk mendapatkan sertifikasi professional sebagai bidan. Usaha itu berhasil. Lim mendapatkan sertifikat kebidanan dari Amerika Utara. Dan Terdaftar pula di Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Kembali ke Bali, Lim meneruskan aktivitasnya sebagai bidan.

Bumi Sehat

Dibantu warga Nyuh Kuning dan beberapa rekannya, Lim mendirikan Yayasan Bumi Sehat. Yayasan ini menjadikan aktivitas Water Birth (melahirkan di dalam air-red) sebagai salah satu pilihan. Klinik yang kini sudah berjalan enam tahun itu memberikan pertolongan kepada lebih dari 1.300 proses kelahiran. Juga, memberikan lebih dari 17 ribu kali konsultasi kesehatan untuk anak-anak dan orang dewasa per tahun. “Semua terjadi karena cinta dalam hidup,” katanya.

Yayasan Bumi Sehat juga membuka ‘cabang’ di Aceh. Bila di Bali aktivitasnya dikhususkan kepada komunitas yang secara ekonomi hancur karena bom Bali 2002 dan 2004, klinik Aceh yang berdiri pada 2005, fokus untuk membantu korban Tsunami. Satu hal yang sama di dua tempat itu adalah ‘kenyamanan’.

Kenyamanan, bagi Bumi Sehat adalah kunci utama dalam pelayanan. Lim sangat yakin, bayi yang lahir saat ibunya dalam kondisi nyaman, akan tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Sang ibu pun menjadi lebih sehat. Selain itu, Lim memiliki trik unik untuk memunculkan energy negatif pada ibu dan bayinya. Yakni dengan pendekatan peluk dan cium.

Semua ibu yang habis melahirkan, harus diberikan pelukan, ciuman dan senyuman. Begitu juga dengan staf di klinik Yayasan Bumi Sehat. “Itu bentuk utama dari pelayanan dengan hati, ke depannya, bayi yang ada di dalam kandungan dan lahir pun akan tumbuh menjadi anak yang luar biasa,” ungkapnya.

Pendekatan ini jauh lebih sehat ketimbang pendekatan kimiawi yang belakangan banyak ditawarkan. Apalagi dengan banyaknya program Keluarga Berencana yang menggunakan obat-obatan kimia. Akan lebih sehat, bila pengobatan kimia itu digantikan dengan elemen vitamin alami.

Salah satunya dengan mengkonsumsi beras merah. Sayang, harga beras merah di Indonesia cukup tinggi. Satu kilo beras merah, rata-rata dijual dengan harga Rp.25 ribu rupiah. “Jika anak terbebas dari unsur kimia, dia akan menjadi anak yang menjadi unggulan dan berkualitas pula,” terangnya.

Menulis

Semua pengetahun yang dimiliki ibu dari tujuh anak ini, banyak dituangkan dalam tulisan-tulisan karyanya. Tidak terhitung lagi artikel yang dimuat di Majalah Kebidanan ‘Today’ dan The Newsletter Birthkit. Lim juga menulis buku “After the Baby’s Birth” Panduan Postpartum. Dan “Eating for Two”, sebuah buku masak bagi wanita hamil dan menyusui.

Atas beragam aktivitasnya itu, sebelum terpilih sebagai Hero of This Year versi CNN, Lim terpilih sebagai penerima Alexander Langer International Peace Award di Italy. Alexander Langer Award adalah penghargaan tertinggi kepada orang atau lembaga yang setiap tahun diberikan kepada orang-orang yang melayani orang lain, walau berbeda keyakinan dan pun suku dan bangsa.

Agaknya, Lim memang layak disebut pahlawan perempuan.

Andre Abeng | Bali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar